You are here
Home > Kisah Sukses > Tak Ada Kata Terlambat Untuk Memulai Usaha

Tak Ada Kata Terlambat Untuk Memulai Usaha

Terlambat Untuk Memulai UsahaTak ada kata terlambat untuk mengawali usaha. Kalimat tersebut yg memovitasi Donna Riana Bismarak untuk mengawali usaha e-commerce pada umur 35 th. dua th. lalu.

Sesudah 14 th. bekerja sbg karyawan, wanita yg akrab dipanggil Riana ini mengambil keputusan banting setir jadi entrepreneur. Bidang yg digeluti sudah pasti yg terkait dengan satu diantara passion-nya, yaitu fesyen.

Riana sebenarnya tetap menjabat Corporate Director of Sales & Marketing Waterboom Jakarta serta Bali saat membangun Below Cepek pada November 2011. Tetapi, kecintaan pada fesyen serta hobi belanja mendorongnya terjun ke usaha on-line shop.

Sama mottonya, Riana pingin mengawali usaha yg sama dengan hobi serta kemahirannya. Ia juga di dukung oleh teman-temannya yg sering memuji tampilannya, terlebih baju-baju yg dikenakannya. “Mereka menyukai bertanya dimana saya beli pakaian serta berapakah harga nya, ” kata Riana.

Lantaran memanglah punya niat buka usaha sendiri, Riana lalu memikirkan buka toko atau butik yg jual baju wanita. Tetapi, kemauan ini terhambat oleh mahalnya tarif sewa toko, terlebih di mal. Sudah pasti, ini dapat menyebabkan harga pakaian yg dijualnya jadi mahal.

Wanita kelahiran 5 Juli 1976 ini juga mantap buka on-line shop. Ia juga lakukan penelitian tentang perubahan e-commerce. Dari penelitian, ia temukan umumnya on-line shop jual barang dari Cina, Korea, serta Bangkok. Hal semacam itu juga didapatinya di toko off line. “Sekarang sedikit pakaian bertuliskan bikinan Indonesia, ” paparnya.

Jadilah, Riana mengambil keputusan menghasilkan sendiri pakaian yg lalu dijualnya di www. belowcepek. com dibawah bendera PT. Fortuna Adi Baju. “Saya tidak akan beli barang impor lalu dijual, lantaran tdk berperan pada perkembangan product lokal, ” tuturnya.

Below Cepek jual beragam jenis product fesyen spesial wanita, dimulai dari pakaian, rok, celana, sampai gaun. Bermacam type aksesories juga ada di toko on-line, seperti gelang, kalung, cincin, serta tas. Seperti namanya, seluruh product itu di bandrol harga dibawah Rp 100. 000. “Paling mahal Rp 99. 000, ” tuturnya.

Sebagai tujuan marketnya wanita Indonesia berumur 18 th. ke atas. Sudah pasti wanita yg menyukai fesyen serta melacak barang terjangkau dengan mutu bagus.

Kata Riana, pelanggan Below Cepek telah menyebar hampir semua Indonesia, dari Aceh sampai Papua. Saat ini, Below Cepek mempunyai beberapa ribu anggota di situsnya. Setiap bln., toko on-line ini menghasilkan 500 item – 1. 000 item product.

Ide buka toko on-line datang dari kesukaan Donna Riana Bismarak berbelanja on-line. Satu hari ia beli baju dalam melalui website Victoria’s Secret. Tidak diduga, Riana temukan label bikinan Indonesia pada product yg dibelinya. Dari itu, wanita 37 th. ini mengerti Indonesia dapat menghasilkan baju bermutu bagus.

Terinspirasi dari temuannya itu, Riana juga segera tancap gas. Mulai 2011, ia mengambil keputusan melakukan bisnis on-line dengan mengusung tema 100% product lokal. Saat itu, ia merogoh kocek lebih kurang Rp 100 juta. Lebih kurang Rp 50 juta untuk cost bikin situs www. belowcepek. com. Sisanya, untuk menyewa kantor kecil di lokasi Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, serta cost operasional awal.

Saat meniti usaha on-line ini, Riana cuma dibantu dua orang staf. Jadi, dia sendiri yg bertanggungjawab untuk beberapa besar aktivitas Below Cepek. Untuk mengirit biaya, Riana menghendaki teman-teman dekatnya sebagai jenis Below Cepek. Urusan promosi juga dia urus sendiri.

 “Pastinya bila dari promosi, saya kalah telak dari fashion on-line lain, seperti Zalora, lantaran dana untuk iklan sedikit, ” paparnya.

Tetapi, Riana lihat customer-nya merasa simpatik, lantaran jarang sekali ada toko on-line yg jual product lokal dengan harga murah. Walau tidak ingin mengatakan persentase angka, ia mengklaim margin laba yg dikantonginya dari product Below Cepek benar-benar tidak tebal. Maka dari itu, ia dapat jual product fashion dengan harga yg relatif terjangkau.

Awal mulanya, Riana mengaku kesusahan untuk memperoleh pelanggan. Terlebih, satu tahun lebih belakangan, marak berlangsung kejahatan dalam dunia e-commerce. “Wajar saja bila customer waspada agar tdk tertipu dari belanja on-line, ” papar lulusan Sahid Tourism Academy ini.

Walau demikian, berkat kerja kerasnya, kurun waktu lima bln. Below Cepek telah mempunyai lebih kurang 10. 000 anggota.

Menurut Riana, customer sering berikan testimoni positif tentang produknya. Umumnya pengalaman customer on-line kecewa saat barang yg di terima tidak sama jauh dengan gambar yg ditampilkan di website. “Saya tdk membiarkan itu berlangsung di Below Cepek, maka dari itu konsumen yg dulu beli pasti beli lagi, ” klaim Riana.

Walau bisnisnya dikepung oleh maraknya toko on-line bermodal besar serta mengusung product asing, tetapi Riana tidak gentar. Wanita yg dulu jadi manajer penjualan di Hotel Sahid, Jakarta ini, meyakini ke depan, usahanya dapat makin maju serta lebih di terima penduduk.

“Selama ini, pelanggan saya suka, lantaran dapat nabung sesudah belanja di Below Cepek. Pengeluaran mereka lebih mudah lantaran harga yg saya menawarkan disini lebih murah, ” ungkapnya.

Ia juga mengaku bangga dapat bikin wanita Indonesia jadi lebih cantik serta bergaya dengan product lokal. Ia katakan, sampai kini tetap sering mendengar orang menyangsikan product buatan lokal. “Kalau product impor saja tdk terjamin kualitasnya, terlebih buatan lokal? ”, kata Riana mengutip omongan orang. Ia pingin menunjukkan, kepercayaan itu salah.

Terus berinovasi adalah kunci keberhasilan Donna Riana Bismarak saat mengembangkan usaha on-line shop. Below Cepek saat ini jadi satu diantara alternatif untuk beberapa penggemar fesyen serta hobi belanja on-line. Tak hanya ikuti trend fesyen, wanita 37 th. ini mempunyai segudang kiat untuk menambah penjualan Below Cepek.

Tahun lalu, saat Below Cepek merayakan lagi th. pertama pada 24 November 2012, Riana meluncurkan on-line game “Miss Matching”. Dalam permainan itu, penduduk dapat mix and match baju-baju produksi Below Cepek. “Tujuan meluncurkan on-line game agar Below Cepek dapat menambah mutu product serta engagement dengan pelanggan kami, ” paparnya.

Tidak main-main, Riana merogoh kocek sebesar Rp 200 juta untuk on-line game itu. Riana mengharapkan “Miss Mathching” dapat jadi gebrakan didunia e-commerce.

Cuma selang 1 tahun dari usaha fesyen on-line Below Cepek dirintis, keinginan mulai menanjak. Hal semacam ini tampak dari volume produksi baju yg meningkat sebesar 20% per th. lalu.

Riana mempunyai harapan yg benar-benar besar pada Below Cepek. Ia pingin membuat jadi www. belowcepek. com sbg suatu e-department store. Ia bakal bikin Below Cepek sbg suatu mal on-line. “Mal Below Cepek telah hampir jadi, serta bakal launching th. ini, hingga mungkin saja surprise manis untuk beberapa pemain di usaha e-commerce yang lain, ” ungkapnya.

Maka dari itu, tak hanya produksi fesyen sendiri, Riana mulai menjaring rekanan. Ia merencanakan merangkul beragam jenis usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia. Sudah pasti, UKM yg dibidik adalah yg juga mempunyai visi memajukan fesyen Indonesia. Sampai kini, kata Riana, telah ada sebagian UKM yg menitipkan produknya untuk di pasarkan melewati www. belowcepek. com.

Nanti, di mal on-line kepunyaannya, lulusan Sahid Tourism Academy ini akan jual barang-barang yg harga nya diatas Rp 100. 000. Tetapi, spesial untuk product itu, Riana bakal menambah lini usaha baru dibawah PT Fortuna Adi Baju. Ini karena ada sebagian UKM yg jual product diatas Rp 100. 000.

Riana tidak sungkan sharing panduan untuk pemula yg pingin meniti usaha e-commerce. Menurut dia, kekeliruan pertama dari orang yg tertarik melakukan bisnis on-line shop yaitu umumnya jual product yg sama. Walau sebenarnya, bila akan berhasil, pelaku bisnis mesti menonjolkan unique selling point (USP). “USP itu suatu hal yg bikin orang memanglah mesti belanja di on-line shop Anda, bukan hanya di area lain, ” tuturnya.

Diluar itu, seorang entrepreneur tdk dapat sekedar hanya menyukai dengan bisnisnya, namun juga mesti mahir serta memahami atas tiap-tiap pekerjaan yg ada didalam perusahaannya.

Memanglah, seorang pelaku bisnis mustahil kerjakan sendiri semua pekerjaan, tetapi ia harus tahu bagaimana proses yg baik untuk tiap-tiap pekerjaan karyawannya. “Hal ini mutlak, agar yang memiliki usaha dapat memonitor kinerja tiap-tiap karyawannya, ” tutur Riana

Sumber : kontan. co. id

One thought on “Tak Ada Kata Terlambat Untuk Memulai Usaha

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top