You are here
Home > Kisah Sukses > Peluang Kemitraan Kopi Oey Asuhan Bondan Winarno

Peluang Kemitraan Kopi Oey Asuhan Bondan Winarno

Kopi OeyMinum kopi telah jadi rutinitas juga pola hidup penduduk di beragam belahan dunia. Juga, di tiap-tiap negara atau lokasi mempunyai tipe kopi spesifik sebagai ciri khas. Kesukaan pada minuman kopi inilah yg meningkatkan selalu tumbuhnya kedai-kedai kopi, terlebih di perkotaan.

Nah, penikmat kuliner asal Indonesia, Bondan Winarno menggebrak pasar dengan meluncurkan kedai Kopi Oey. Ini yaitu kedai kopi yg menyusung cita rasa lokal.

Brand Kopi Oey ada dibawah bendera PT Kopitiam Oey Indonesia. Kedai kopi yg dirintis awal 2009 ini sediakan beragam menu kopi, teh, serta kudapan bercita rasa lokal. ” Harga nya relatif terjangkau, dimulai dari Rp 7. 000 sampai Rp 35. 000, ” tutur Wasis Gunarto, Direktur PT Kopitiam Oey Indonesia.

Untuk menguatkan rencana kopi lokal, konsumen disuguhi situasi ” djadoel ” ala peranakan. Kata Wasis, menu makanan juga sesuai dengan rencana tempo dahulu, umpamanya menu loempia oedang goenoengsari atau sego ireng.

Sesudah brand Kopi Oey di kenal, Bondan mulai tawarkan kesempatan kemitraan dari akhir 2009. Saat ini, telah ada 25 gerai yg menyebar di Jakarta, Jogya, Solo Manado, Makasar sampai Pekanbaru. ” Empat punya pusat, ” kata Wasis.

Balik modal 2-3 tahun

Tertarik bermitra dengan kedai kopi bimbingan Bondan? Terdapat banyak hal yang perlu disiapkan. Maklum, merk ini telah cukup popular hingga manajemen selektif menentukan mitra.

Calon mitra mesti merogoh kocek sebesar Rp 388 juta, plus bayar lisensi berkisar Rp 150 juta-Rp 200 juta, bergantung lokasi. Mitra bakal memperoleh alat saji, alat dapur, seperangkat computer ” Point of Sales ” (POS), alat kantor, ornament, dekorasi, mebel, serta bahan baku awal.

Mitra juga mesti mempersiapkan area usaha sekurang-kurangnya seluas 80-120 mtr. persegi.

Wasis memproyeksi, kedai mitra dapat memperoleh omzet lebih kurang Rp 150 juta per bln.. ” Marginnya berkisar 20%-30%, ” targetnya. Bila jalan sama tujuan, mitra bakal balik modal 2 – 3, 5 th..

Pihak pusat mengutip royalty fee 6% dari omzet bulanan mitra. Diluar itu, ada bahan baku spesial yang perlu dibeli dari pusat.

Mulia Budiman, satu diantara mitra Kopi Oey di Jakarta katakan, selama ini, pengunjung di gerainya yg berlokasi di Thamrin City cukup ramai. Mitra yg berhimpun dengan Kopi Oey dari Februari 2012 ini katakan, ada dua hal yg menarik pengunjung, yaitu situasi yg mengasyikkan serta menu yg mensupport.

Ia mengaku, selama ini belum balik modal. Tetapi, saban bln., ia dapat memperoleh omzet melebihi tujuan, yaitu diatas Rp 150 juta per bln..

Mulia sharing kiat yg ia aplikasikan untuk menggenjot omzet, yaitu gencar berpromosi. ” Kami menyebarkan flyer, berikan sample gratis minuman agar orang datang, serta kerap berikan gimmick untuk menambah penjualan, ” bebernya.

Ia juga berupaya selalu untuk merespon keluhan pelanggan. ” Bila ada pengunjung tak senang, kami bakal mencari solusinya, ” tutur Mulia.

Sumber : kontan. co. id

Tinggalkan Balasan

Top