You are here
Home > Kisah Sukses > Kisah Sukses Riza Membesarkan Bisnis Sepatu Hujan

Kisah Sukses Riza Membesarkan Bisnis Sepatu Hujan

Kisah Sukses Riza Membesarkan Bisnis Sepatu HujanKisah Sukses Riza Membesarkan Bisnis Sepatu Hujan –  Karena mau menjajal dunia usaha, Yuzar Mohammad Riza juga jadi seseorang wirasuahawan berhasil. Bermula dari jual pulsa telephone, saat ini Yuzar jadi produsen sepatu hujan.

Fenomena orang terjun jadi entrepreneur yang merebak satu tahun lebih akhir-akhir ini mengusik pikiran Yuzar. Timbul dorongan kuat dalam diri pria berumur 35 th ini untuk mempunyai usaha sendiri. Walau telah mempunyai pekerjaan tetap, tiada pikir panjang pada 2005, dia mengawali langkahnya dengan jual pulsa. “Saat itu usaha pulsa beruntung, pemain belum banyak, ” kata dia.

Bapak dua anak ini juga memulai penjualan pulsa ke sebagian rekan kantornya. “Awalnya ya ada perasaan malu, namun sesudah terkumpul keuntungan sampai Rp 5. 000, terasa senang sekali, ” kenang Yuzar. Dari keuntungan itu, dia buka gerai sendiri di tempat tinggalnya.

Kisah Sukses Riza Membesarkan Bisnis Sepatu Hujan

Seperti ketagihan, Yuzar selalu mencari bermacam kesempatan usaha baru. Hingga selanjutnya, dia temukan ide untuk bikin sepatu hujan. “Ide ini berangkat dari pengalaman keseharian. Waktu pulang kerja serta hujan turun, saya mesti ribet membungkus sepatu agar tak kehujanan, ” jelas dia. Di samping itu, dia juga lihat celah usaha yang tetap terbuka lebar lantaran belum banyak pemain yang menekuni di bagian itu.

Kebetulan juga, dia mengincar usaha untuk produsen, bukan hanya jadi penjual saja. Maka, alumnus Sekolah Tinggi Manajemen Informatika serta Tehnik Computer, Surabaya, ini lakukan sebagian penelitian masalah product sepatu hujan. Dimulai dari bahan yang cocok untuk dipakai sampai jenis yang pas untuk product itu.

Pada 2009, dia merogoh Rp 2 juta dari kantongnya untuk modal. Tidak bikin sendiri, Yuzar dahulu pesan sepatu hujan dari perajin di sepatu di Sidoarjo. “Saya pesan 100 guna menguji pasar, ” kata dia.

Tidak diduga, sepatu hujan yang di jual dengan cara on-line itu habis kurun waktu dua minggu. Tanggapan pasar yang baik ini sudah pasti mendongkrak semangat Yuzar. Lantaran banyak customer yang tetap mencari sepatu hujan, dia segera pesan 500 sepatu hujan.

Ada Musimnya

Satu tahun pertama, Yuzar memanglah cuma tawarkan produknya lewat jalur on-line. Tetapi, bukan hanya bermakna dia tidak menjajal gerai fisik. Dengan system konsinyasi, dia tawarkan produknya di beberapa toko. Sayang, dari 20 toko yang ia sambangi, cuma ada tiga toko yang ingin terima sepatu hujan. “Mereka tidak ingin, lantaran saat itu belum banyak yang mencari, ” kata Yuzar.

Tetapi, tanggapan beberapa yang memiliki toko tak menggoyahkan semangatnya. Dia menambah produksi sepatu hujan. Sampai dia mengerti bahwasanya product ini hanya musiman. “Ternyata, product ini ada masanya. Waktu datang musim kemarau 2010, 2.000 sepatu yang telah saya pesan tidak terjual, ” papar dia.

Untung saja, keadaan ini tidak hingga cetak kerugian. Selekasnya, sesudah musim kemarau berlalu, penjualan sepatu hujan kembali melambung.

Di samping itu, Yuzar juga memperoleh pelajaran baru. Nyatanya musim hujan di Indonesia berputar. “Memang di Surabaya kemarau, namun malah di Padang tetap berjalan musim hujan, ” kata dia. Beberapa ribu order sepatu hujan juga berdatangan dari sana.

Cuma kurun waktu dua th, penjualan sepatu hujan dengan merk Cosh ini sudah menembus beragam kota di Indonesia. Yuzar juga seperti temukan pola penjualan sepatu hujannya. Juga, order teratur datang dari sebagian kota yang kerap turun hujan, seperti Bogor serta Pontianak.

Tetapi, walau penjualannya selalu melesat, Yuzar tak rasakan keuntungan yang bermakna dari usahanya. Terakhir, ia baru mengerti ada beragam ongkos yang belum dimasukkan ke dalam perhitungan. “Jadi, ada pengeluaran tak terduga, yang meski nilainya kecil tetapi terus memotong keuntungan kami, ” jelas dia.

Dari situ, Yuzar baru mengerti bahwasanya ia tetap kurang konsentrasi dalam mengelola usahanya. Maklum, sepanjang menggerakkan usaha sendiri, suami dari Rita Musfita Sari ini belum meninggalkan pekerjaan rutinnya.

Pada pertengahan 2013, barulah dia memutuskan untuk keluar dari tempatnya bekerja. “Saya memikirkan, bila terus bekerja terasa tak lagi optimal. Di samping itu, kurang fair juga, lantaran perhatian jadi terpecah serta kerap membolos, ” kata dia.

Sesudah keluar, Yuzar selekasnya membuat usahanya dengan lebih masak. Dia juga menyuntikkan lagi modal baru lantaran mau bikin rumah produksi sendiri untuk produknya. Karena dengan menghasilkan sendiri, pria 35 th ini dapat menaikkan keuntungan berkisar 20% sampai 30%.

Dengan tabungan hasil keuntungannya sampai kini, Yuzar beli tempat untuk tempat produksi di Sidoarjo. Dia juga melengkapi workshop-nya dengan beberapa mesin serta merekrut 10 karyawan tetap serta 21 karyawan lepas.

Saat ini dalam sebulan rumah produksinya dapat memproduksi sampai 5. 000 sepatu hujan. Dia juga dapat menggenggam omzet sampai beberapa ratus juta rupiah per bln.

Dengan produksi sendiri, Yuzar juga lebih leluasa untuk meningkatkan produknya. Saat ini, dia lebih mengutamakan pada mutu. “Saya melihat, unsur safety juga benar-benar utama dalam product ini, ” kata dia. Tidak cuma sepatu orang dewasa, Yuzar juga sediakan produknya untuk anak.

Dalam hal mutu juga, pria yang lahir di Ampenan, Nusa Tenggara Barat, ini tidak menggunakan jahitan benang. Maklum, waktu ini, sepatu Cosh di buat dengan cara dijahit lantaran terbatasnya bahan baku. “Ke depan, kami bakal mencari bahan yang pas untuk bikin sepatu yang lebih tahan pada air, ” tutur dia.

Memperoleh Hal Baru

Bergelut dalam dunia usaha memaksa Yuzar Mohammad Riza untuk belajar beberapa hal. Tantangan itu, untuk Yuzar, malah membuatnya makin serius menekuni dunia usaha.

Dari pengalamannya juga, dia memperoleh pelajaran tidak untuk setengah-setengah dalam melakukan peran untuk entrepreneur. Karena, tiap-tiap usaha mempunyai karakteristik serta pola sendiri. Hal semacam itu dapat dimengerti bila betul-betul berikan perhatian penuh pada usahanya.

Sesudah keluar dari tempatnya bekerja agar dapat lebih berkonsentrasi pada usahanya, Yuzar juga mulai lakukan beragam perbaikan serta pengembangan. Tak hanya bikin rumah produksi, dia juga melakukan perbaikan system pemasaran produknya. Tak hanya membuat website sepatuhujan.com, Yuzar juga meningkatkan jaringan distributor.

Saat ini, dia sudah merangkul 70 distributor yang menyebar dari kota-kota di Sumatra sampai Papua. Ke depan, Yuzar juga mau meningkatkan kantor perwakilan di masing-masing propinsi, agar pemasarannya lebih terorganisir.

Tak hanya pengembangan pemasaran, dengan in charge segera pada usahanya, Yuzar dapat juga mengintip peluang-peluang yang nampak tidak jauh dari usahanya sampai kini. “Dari sebagian customer, mereka pada akhirnya bertanya beberapa produk yang lain, seperti mantel serta tas, ” tutur dia.

Tidak ingin melupakan peluang, Yuzar pada akhirnya juga mengerjakan produksi mantel serta tas untuk pengendara motor. Dia juga memperoleh order dari produsen tas yang lain, untuk bikin pelindung tas dari hujan.

Lantaran makin memprioritaskan mutu, pada akhirnya Cosh juga dilirik oleh pasar luar negeri. Di pasar internasional, Yuzar sudah kirim product Cosh diantaranya ke Kuala Lumpur, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, serta Australia. Saat ini, dia juga tengah menyiapkan product untuk menembus pasar di Belanda. “Kami memperoleh kontrak eksklusif dari distributor di Eropa, ” tandas dia.

Banyak dicari:

bisnis sepatu hujan, cerita sukses bisnis jas hujan, kisah bisnis sepatu

Tinggalkan Balasan

Top