You are here
Home > Kisah Sukses > Kisah Sukses Otto Menjadi Underwater Photographer

Kisah Sukses Otto Menjadi Underwater Photographer

fotografi bawah airMemotret dalam air tengah jadi trend di kelompok fotografer. Konon, aktivitas ini diminati bersamaan meningkatnya hoby menyelam. Untuk beberapa fotografer, seperti Otto Ferdinand, objek fotografi tampak lebih menarik bila dibidik dari dalam air.

Yang memiliki Studio Fotto di Jakarta ini mengetahui kesibukan memotret dalam air, lantaran profesinya untuk jurnalis video. Oleh lantaran pekerjaan, ia berteman dengan dunia menyelam serta memiliki kesempatan memakai kamera pocket dibawah air pada 2010. “Sejak itu, saya segera jatuh cinta dengan fotografi dalam air, ” cerita lulusan Broadcast FISIP UI ini.

Dua th lalu, Otto mulai menghasilkan photo serta video bawah air. Satu diantaranya untuk Yayasan WWF Indonesia. Juga, ia aktif turut menyelam berbarengan Dive Trip Indonesia. Ia juga banyak bikin photo serta video bawah air.

Dari situlah, namanya masuk dalam daftar ‘Youth Women Netizen 50 Creative Tourism Ambassadors’ dari majalah Marketeers. Keinginan memotret bawah air juga makin banyak. Pada akhirnya, pada 2013, ia membangun Studio Fotto supaya lebih konsentrasi menggarap ide-ide photo bawah air.

“Karena profesi utama saya untuk wartawan, jadi Studio Fotto baru dapat betul-betul serius dikerjakan th depan,” papar pria kelahiran Jakarta, 30 th silam ini.

Jadi fotografer bawah laut membawanya menjelajahi banyak area eksotis di tanah air. Dimulai dari Kepulau Seribu, Raja Ampat, Nabire, Alor, Pulau Komodo, sampai Belitung Timur.

Objek fotonya, yakni panorama bawah laut, seperti terumbu karang serta beragam tipe ikan. Sesaat, untuk photo pre-wedding dalam air, umumnya dikerjakan di kolam renang demi keselamatan.

Selama ini, Otto kerap memperoleh order dari production house, calon pengantin, dan organisasi non-profit. Dalam satu tahun, ia dapat menggarap belasan proyek. Walau tak membanderol tarif, umumnya Otto mengantongi Rp 20 juta per proyek. Ia dapat memperoleh laba bersih 25%.

Otto mengakui tak sempat mencicipi pendidikan atau pelatihan fotografi. Ia belajar dunia fotografi dari rekannya semasa kuliah. “Selain itu, saya menghimpun banyak pengetahuan dari internet serta mengolahnya untuk modal untuk memotret dibawah air,” katanya.

Otto katakan, syarat utama jadi underwater photographer adalah ketrampilan menyelam. Menurut dia, fotografi bawah air makin berkembang searah perubahan aktivitas menyelam di Indonesia. Objek yang paling gampang difoto kelompok pemula adalah surga bawah laut, dimulai dari terumbu karang warna-warni serta beragam beberapa jenis ikan, tak terkecuali hiu.

“Pada prinsipnya, seluruh segi fotografi di darat dapat diaplikasikan didalam air. Cuma saja, tantangannya yang tidak sama,” kata Otto. Tantangan yang perlu dihadapi untuk memotret didalam air yaitu pembiasan sinar dalam air, visibility air, kedalaman serta arus.

Di samping itu, lantaran didalam air susah berkomunikasi, seluruh persiapan mesti tuntas sebelum saat turun ke dalam air. Diantaranya, survey lokasi, memastikan rancangan hasil akhir photo, mempersiapkan peralatan photo serta pendukung tata sinar, dan istirahat yang cukup.

Tinggalkan Balasan

Top