You are here
Home > Kisah Sukses > Kesuksesan Prihardono dalam Bisnis Kroto (Telur Semut)

Kesuksesan Prihardono dalam Bisnis Kroto (Telur Semut)

Ilustrasi Orang Bisnis Kroto
Ilustrasi Orang Bisnis Kroto

Untuk orang pada umumnya semut cuma dikira untuk hewan pengganggu yang perlu disingkirkan lantaran sukai menggigit. Tetapi, tak begitu perihal dengan seseorang pria asal Jombang, Jawa Timur, yang malah membudidayakan atau beternak semut rangrang untuk hasilkan telur semut atau kroto. Dari bisnis kroto itu, dia dapat memperoleh keuntungan sampai Rp 1 juta per minggu.

Yaitu Prihandono, pria berumur 45 th warga Desa Temuwulan, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang mempunyai usaha yang oleh umumnya orang tetap dikira tak umum, yaitu beternak semut. Semut yang diternak Prihandono juga bukan hanya semut umum, namun semut rangrang satu diantara tipe semut yang di kenal benar-benar sakit bila menggigit.

Bagaimana Prihandono Melakukan Bisnis Kroto ini?

Prihandono menyampaikan, pertama-pertama untuk mengawali bisnis kroto yaitu membangun rumah untuk semut. Rumah semut-semut itu supaya kerasan tinggal serta tak kabur cuma dengan memakai media simpel yaitu berbentuk botol-botol sisa air mineral.

Saya juga mesti berikan makan serta minum dengan cara teratur pada semut peliharaan ini supaya tak mati serta cepat bertelur, ungkap Prihandono.

Menurut Prihandono, suhu tempat semut ini tinggal juga mesti diperhatikan, bila hawa terlampau panas mesti menyemprotkan air seperti embun supaya suhu jadi lebih dingin. Karena apabila terlampau panas semut peliharaannya dapat mati, jelasnya.

Lewat cara ini, Prihandono mengakui bisa menuai hasil telur semut rangrang atau yang umum di kenal dengan sebutan kroto. Karena ketelatenannya beternak semut rangrang, dianya bisa memperoleh rupiah pada Rp800 ribu-Rp1 juta per minggunya.

Prihandono mengungkap, di masyarakat harga kroto cukup lumayan mahal, meraih Rp150 ribu rupiah per kilogram (kg). Telur semut atau kroto benar-benar diperlukan serta permintaannya benar-benar tinggi lantaran digunakan untuk pakan burung.

Dalam satu minggu, sekurang-kurangnya saya bisa memanen kroto 2 x dari kandang semutnya ini serta sekali panen bisa mendapatkan 3-4 kg, jelasnya.

Pada mulanya sebelum jadi peternak semut rangrang Prihandono mengakui dianya sempat jadi peternak kambing, tetapi lantaran harga pakan kambing selalu meroket serta senantiasa tidak untung, dianya lalu banting setir serta berpindah beternak semut rangrang ini.

Tak hanya hasil yang didapat cukup lumayan meraih Rp800 ribu-Rp1 juta per minggunya, pengeluaran untuk pakan semut juga amat sedikit cuma seputar Rp30 ribu per minggu yaitu untuk beli jangkrik yang jadikan pakan atau beli gula untuk minum semut, tuturnya.

Di samping itu, juga ada nutrisi serta obat-obatan spesifik yang umumnya dibeli Prihandono di toko, serta harga nya juga benar-benar murah. Dibanding dengan beternak kambing, Prihandono rasakan bahwasanya bisnis kroto ini jauh lebih menguntungkan lantaran tak memerlukan waktu serta tenaga yang banyak.

Seluruhnya dapat dikerjakan dengan cara enjoy di sela-sela aktivitas yang lain, pangkasnya.

Banyak dicari:

ternak angkrang, cara ternak semut rangrang, Jual bibit kroto jombang, ternak semut, pengusaha kroto, ternak semut rangrang, ternak kroto, Cara budidaya semut kroto, cara beternak semut rangrang, kisah sukses peternak kroto, kisah sukses ternak kroto, peternak kroto sukses, https://umkmjogja com/kesuksesan-prihardono-dalam-bisnis-kroto-telur-semut html, kisah sukses budidaya kroto, budidaya kroto, budidaya semut kroto, budidaya kroto jombang, ternak telur semut, ternak semut kroto, cara ternak semut kroto

2 thoughts on “Kesuksesan Prihardono dalam Bisnis Kroto (Telur Semut)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top