You are here
Home > Pojok UMKM > Budidaya Pisang Abaca (Part II)

Budidaya Pisang Abaca (Part II)

Budidaya Pisang Abaca (Part II)Tampilan fisik tanaman pisang abaca nyaris sama juga dengan pisang tipe yang lain. Cuma saja, pisang abaca lebih ramping dengan batang serta pelepah yang berwarna kecoklatan. Rata-rata tinggi pohon pisang abaca hampir enam mtr.

Satu diantara pebudidaya pisang abaca di Sidoarjo, Jawa Timur, Istikhah katakan, serat abaca dapat popular di pasar internasional, lantaran benar-benar kuat serta tahan air garam.

Tuturnya, tanaman pisang abaca pertama kali mulai dibudidayakan di Talaud, Sulawesi Utara. Rata-rata tanaman ini dapat tumbuh di daerah dataran rendah hingga dataran tinggi. “Yang utama tanahnya gembur, serta tak bisa ada susunan yang padat, ” tutur Istikhah.

Periode panen pisang abaca lebih cepat dibanding tanaman penghasil serat yang lain. Tanaman ini dapat mulai dipanen pada umur 12 bln sampai 24 bln.

Istikhah menuturkan, panen pisang abaca dikerjakan dengan memotong sisi pangkal batang. Lalu, sisi pelepah di ambil. “Pelepah itu dimasukkan ke mesin giling untuk jadikan serat basah. Lalu, dijemur hingga kering serta siap di jual, ” jelasnya.

Pebudidaya di Bintaro, Tangerang, Yudi Apriadi menyebutkan, pisang abaca tidak termasuk tanaman musiman. Jadi, dapat tumbuh setiap waktu. ” Panen dapat dikerjakan sesudah umur satu tahun. Itu umur yang cocok, ” tutur yang memiliki Lembah Pinus ini.

Yudi memperbanyak pisang abaca lewat tunas atau anakan yang di ambil dari pohon induk yang sehat. Asal tahu saja, pisang abaca tumbuh merumpun dengan satu induk serta sebagian anakan. Anakan yang telah dewasa, yakni berumur seputar 3 bln sampai 8 bln pas jadikan bibit, lantaran telah memiliki banyak persediaan makanan dalam bonggolnya.

Bibit ditanam dengan jarak tanam agak rapat, seputar 2 x 2 mtr (m). Maksudnya, agar pertumbuhannya meninggi. Dengan tumbuh meninggi, bakal didapat batang yang cukup panjang, sampai serat yang dihasilkan juga panjang.

Untuk memperoleh hasil yang baik, satu rumpun tanaman baiknya dibiyarkan mempunyai 7 – 9 tunas. Karenanya, anakan yang lebih mesti dipotong. Pemotongan anak dikerjakan sedemikian rupa hingga dalam satu rumpun ada anakan yang masing-masing tidak sama usia (fase perkembangan).

Sebelum saat ditanam, anakan di rendam lebih dulu dalam larutan insektisida sepanjang 10 menit untuk hindari penyebaran hama, lalu dikeringkan.

Setelah itu, menurut Yudi, sisi lubang tanam di beri pupuk. ” Sistem ini supaya daun tak tampak buruk, ” jelasnya. Sesudah ditanam, bibit butuh disiram teratur tiap-tiap sore. Waktu panen, satu batang abaca berdiameter 30 cm – 40 cm, dapat membuahkan seputar 12 lembar sampai 25 lembar pelepah.

Banyak dicari:

pohon pisang, cara tanam posang abaka, budi daya pisang abaka, Kemitraan budidaya pisang abaka

7 thoughts on “Budidaya Pisang Abaca (Part II)

  1. pa maaf saya membutuhkan benih pisang abaca, dan saya mau minta alamat . saya tunggu balasannya..

    tks
    Rena

  2. Tolong diberi informasi dimana bisa mendapatkan bibit pisang abaca dan lokasi perkebunannya.
    terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Top